DEAR DIARY “__”

 

Eeeeeeeiiiiiiiiiiitzzz……ganti aaaah…masa mandi terus :)
Saatnya melakukan aktivitas…menjalani kehidupan ini dengan segala niat yang baik…doa yang tulus senantiasa tak pernah henti kepada Sang Maha Kuasa
Temani hariku ya sahabat…semoga ini adalah “AWAL YANG INDAH” untuk bisa berbuat lebih baik lagi
dollab0621
Seperti inilah kehidupanku sehari-hari…apa adanya..tidak ada yg lebih…semua berjalan dengan sederhana. namun begitu aku bersyukur karena Alloh SWT senantiasa aada di sampingku dan aku lebih bersyukur lagi..karena aku punya kalian semua
dol032
Tersenyumlah untukku sahabat..dan mari lalui hari ini dengan persahabatan yang tulus.

 

Iklan

MELIHAT CAHAYA MENJELANG AJAL

 

MELIHAT CAHAYA MENJELANG AJAL

Ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit

Syaikh itu berkata kepada anaknya, bahwa beliau malaikat di samping jalan.

Mereka melihat kepada dirinya dan tersenyum.

Subhânallâh, padahal dia buta, dan tidak bisa melihat.

Namun dia bisa melihat itu semua, ketika ajalnya telah dekat.

Setiap kali keduanya menepi ke pinggi jalan, dia melihat malaikat semakin banyak.
Setelah sampai di rumah sakit dan dimasukkan ke ruang perawatan VIP,

dia mengalami sakaratul maut, dan terus berzikir kepada Allah. Setiap kali sadar, dia berkata kepada anaknya, “Aku melihat banyak orang atau sekolompok orang di ruangan ini, dan aku melihat cahaya!”

(Dikutip dari buku Kesaksian Pemandi Jenazah, hal. 92)

 

WAFAT DAN DIMIMPIKAN BERADA DI ISTANA YANG LUAS

WAFAT DAN DIMIMPIKAN BERADA DI ISTANA YANG LUAS

Namun ketika suaminya sedang berbicara dengan dokter,

pada saat itulah roh istrinya dicabut, setelah dia membaca surat Al-Kahfi ayat 28.

Lisannya tidak lupa mengucapkan dua kalimat syahadat.

Dia lalu wafat sebagaimana yang diceritakan wanita yang duduk di sampingnya.

Suaminya berkata, “Setelah wafatnya, saya sering bermimpi tentang istri saya , dan mimpi-mimpi itu hampir sama dengan hari-hari sebelumnya.

Dalam mimpi itu, aku melihat istriku berada di istana yang luas, memakai baju hijau, dan dalam keadaan yang baik.” Subhânallâh, itulah surga yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi orang-orang yang bertaqwa.

(Dikutip dari buku “KESAKSIAN PEMANDI JENAZAH; Kisah-Kisah Nyata Husnul Khatimah dan Su`ul Khatimah, hal. 48)

KESAKSIAN PEMANDI JENAZAH (1)

KESAKSIAN PEMANDI JENAZAH (1)

Saudaraku, kisah ini aku alami bersama kedua muridku di sebuah tempat pemandian jenazah. Seseorang menghubungiku dari rumah sakit di Jeddah pada hari Rabu malam, hampir mendekati jam sepuluh. Dia memintaku hadir ke rumah sakit untuk mengurus ayahnya yang meninggal dunia, agar dishalatkan pada pagi hari Kamis. Aku kemudian segera membawanya ke tempat pemandian. Di sampingnya banyak orang yang mengiringi. Mereka membawanya dan meletakkannya di atas papan pemandian. Setelah diletakkan di atas papan aku memasang tabir untuknya. Sebelum melepas pakaiannya, aku meminta kepada para hadirin untuk meninggalkan tempat pemandian. Auratnya tidak boleh terlihat, karena merupakan kehormatan mayat seperti kehormatannya ketika masih hidup. Tetapi mereka menolak dan salah seorang yang hadir berkata kepadaku, “Kami semua anaknya wahai syaikh.”

Aku benar-benar meyakini itu adalah anak-anaknya. Sementara si mayat badannya telentang di atas kayu pemandian. sekalipun dia sudah tua, tetapi tidak nampak tanda-tanda ketuaannya. Aku memandikannya dengan sangat mudah dan ringan. Anaknya yang tujuh orang membantuku untuk membaliknya ke kanan dan ke kiri, sehingga proses pemandiannya sangat mudah. Setelah selesai, aku memperhatikan banyak perbedaan. Mayat itu menjadi berbeda dan semua orang kaget. Wajahnya menjadi putih memancarkan cahaya yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.

Murid-muridku yang memperhatikannya juga dan kaget. Mereka tidak bisa berkata apa-apa saking kagetnya selain mengatakan lâ ilâha illallâh. Setelah dikafani cahaya ketuhanan itu tetap terlihat di wajahnya. Subhanallâh, cahaya ketuhanan yang keluar dari mayat ini seakan seperti pelita yang keluar darinya. Kami membawa mayat ini keluar agar diserahkan kepada keluarganya dan saat itu masih ada waktu yang cukup sebelum dibawa ke masjid.

Kami lalu membawanya ke masjid dan menshalatkannya seusai shalat subuh. Kami mendoakannya di pinggir kuburan dan akhirnya semua orang pergi untuk melaksanakan pekerjaannya masing-masing. Aku masih penasaran ingin mengetahui keadaan si mayat ini ketika masih hidup di dunia, mengingat keadaannya yang sangat aneh. Aku kemudian bertanya kepada kedua anaknya tentang keadaan bapaknya. Anehnya jawaban mereka 99% sama, bahwa ayahnya mendirikan masjid dan sebagai pemberi saham di lembagai hafalan Al-Qur`an. Dia memenuhi semua kebutuhan keluarganya setiap bulan lebih dari cukup, dan dia banyak melaksanakan amal saleh. Sungguh ini merupakan kabar kematian yang menggembirakan bagi yang bersangkutan. Alangkah indahnya, seandainya kita mau melakukan taubat nasuha, dan kembali mengoreksi diri kita, sebagaimana dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Ra‘d [13]: 11)

(Dikutip dari buku KESAKSIAN PEMANDI JENAZAH, hal. 31-33          

MENINGGAL KETIKA SEDANG BERDOA

MENINGGAL KETIKA SEDANG BERDOA:
Kisah Nyata Husnul Khatimah

Siapa di antara kita yang tidak ingin mendapatkan karunia husnul khatimah? Siapa di antara kita yang tidak mengharapkannya? Dikisahkan bahwa seorang laki-laki yang berasal dari Libanon dalam usianya yang ke-73 tahun berdoa mendapatkan karunia husnul khatimah, sebagaimana yang diceritakan oleh salah seorang anaknya. Ketika masih hidup, dia selalu ingin melaksanakan ibadah haji, sekalipun usianya sudah sangat tua dan tulangnya sudah rapuh. Di tahun terakhir dia melaksanakan ibadah haji, dia berdoa “Ya Allah, kuatkanlah hamba untuk pergi haji, tidak seperti pada tahun-tahun yang lalu.” Dia selalu mengulang-ulang, “Baikkanlah akhir hidupku, dan berilah kesempatan kepadaku untuk melaksanakan ibadah haji bersama saudaraku sesama kaum muslimin.”
Dia selalu meminta untuk didoakan dalam keadaan baik. Ketika masa haji sudah dekat, laki-laki itu itu mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya tidak seperti hari-hari sebelumnya. Dia selalu mengulang-ulang perkataan ini, “Mungkin aku tidak akan bisa melihat kalian lagi!”
Ketika orang tua itu berada di bukit Arafah, dia duduk di kursinya menghadap kiblat seraya mengangkat kedua tangannya, memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberi karunia husnul khatimah, kemenangan bagi kaum muslimin, dikokohkan persatuan mereka.
Sang Anak yang sedang menemani ayahnya itu berkata, “Bapakku duduk di atas kursinya ketika berdoa kepada Allah SWT. Kemudian pada jam 18.20 sore hari, aku mendekatinya untuk aku bawa ke bus yang telah dipersiapkan untuk mengangkut jamaah haji ke Muzdalifah. Ternyata dia sudah wafat dalam keadaan seperti itu, di tengah padang Arafah yang berlimpah rahmat dan ampunan. Allah SWT telah mengabulkan doanya dan menutup usianya dengan penutupan yang baik dan penuh kebahagiaan Insya Allah.” Selamat atas diraihnya karunia husnul khatimah.

(Dikutip dari buku “KESAKSIAN PEMANDI JENAZAH; KISAH-KISAH NYATA HUSNUL KHATIMAH DAN SU’UL KHATIMAH,” hal. 61-62.

~ Sepucuk Surat Dari Janda Korban Letusan Merapi ~

Mahasiswa yang tubuhnya penuh debu itu akhirnya menemukan tempat ibunya di barak pengungsi di kaki Merapi. Tapi ibunya sejak pagi tadi sudah dibawa relawan ke rumah sakit lantaran sesak napas a…kibat menghisap terlalu banyak debu vulkanik. Dua adik perempuannya ikut serta menemani ibu. Matanya yang cemas melihat secarik kertas menyembul dari tas tua milik ibunya. Dengan tangan gemetar ia ambil dan membuka lipatannya. Tulisan Ibu.. Ia mengenali tulisan indah Ibunya.

“Anakku, janganlah pernah melupakan Allah, agar Allah tak melupakanmu. Teruslah untuk mengingat Allah, baik di waktu senang maupun susah. Ucapkanlah nama-nama-Nya yang indah dengan hatimu untuk mengusir semua resah dan gelisah. Zikrullah itu nak, akan menenteramkan hatimu.. akan memekarkan setiap kuntum bunga di taman hatimu.

Anakku, Merapi ini gunung kita, kampung kita. Merapi ini tumpah darahmu. Kelak kamu mungkin pergi jauh meninggalkan Merapi, tapi merapi akan tetap menjadi kampung halamanmu. Udara pertama yang kamu hirup udara Merapi. Air pertama yang kamu minum air Merapi. Makanan pertama yang kamu makan tumbuh di Merapi. Tanah pertama yang kamu injak tanah Merapi. Sahabat pertama yang kamu kenal adalah orang Merapi. Kamu akan selalu merindukannya, sebab separo jiwamu ada di sini.. di merapi ini.

Jangan pernah marah pada Merapi, anakku, sebab gunung ini tak bersalah. Gunung Merapi tak pernah marah. Gunung ini bergerak, terus bergerak sembari bertasbih untuk memenuhi takdirnya menjaga keseimbangan bumi. Gunung adalah pasak yang mengutuhkan bumi kita.

Tetaplah menyayangi gunung kita, Merapi kita.. dengan tidak mencederai hutannya, bebatuannya, airnya. Tetaplah tersenyum pada Merapi kita agar Merapi juga tersenyum untuk kita. Merapi akan selalu menyimpan anugerah Tuhan untuk orang-orang yang hidup bersamanya. Teruslah berusaha untuk memahami gunung kita, sebab kitalah yang harus menyesuaikan diri untuk hidup bersamanya. Jangan pernah memaksa gunung untuk menyesuaikan dirinya pada kita..

Anakku.. kamu putra Ibu.. dan akan selalu menjadi Putra Ibu.”

Usai membaca kalimat terakhir yang ditulis ibunya, anak muda itu tak dapat lagi menahan gejolak hatinya. Sekujur tubuhnya bergetar, dadanya gemuruh, lalu tangisnya meledak dengan tubuh luruh bersimpuh. Air matanya meleleh bercampur debu.

“Subhanallah.. iya Ibu, saya putra Ibu.. selamanya tetap menjadi putra Ibu. Ibu adalah mata airku.. selamanya menjadi mata air untuk putramu Ibu…”

Sumber: wisbenbae.blogspot.com

SURAT DARI ANAK YANG DIGUGURKAN

SURAT DARI ANAK YANG DIGUGURKAN
Teruntuk Bundaku tersayang…

Dear Bunda…

Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja…nanda juga di sini baik-baik saja bunda… Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda….

Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat…

Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini… tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda….badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik… dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.

Tapi nanda tidak kecewa kok bunda… karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya.

Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu Allah bilang, bunda kamu malu sayang… kenapa bunda malu? karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram… anak haram itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah… Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah, ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.

Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, nanda bawel banget… nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu

Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda…minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya…yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda.

Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda, Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya…di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ…. nanda sayang bunda… nanda kangen dan ingin bertemu bunda… nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di syurga… nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu…

Lalu, dengan lembut malaikat berkata… nak,kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka… sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.

Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda, menurut nanda Allah itu baik banget bunda…. Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk Nya asal mereka mau bertaubat nasuha… bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini… nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh… nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas banget bunda… antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu… tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian.

Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya…. biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda…jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.

nb: Ini hanya PERUMPAAN