Angan Pengantar Tidur

Angan Pengantar Tidur
beranjak gelap,
membawa nyanyian senyap
bermantra di usai matahari
terbawa, dari puncak langit
menjuntai ke bumi, di garis cakrawala
berbinar sesaat, kemudian lenyap
meninggalkan lamunan
pada sang penyajak

menanti pecahnya janji
oleh retak mulut
yang bergumam, katakata
makna menyepuh kata
kemudian, hati yang mengulang
setiap saat, setiap saat
setiap hela, nafas tanpa jeda
melupa

membeku, terbayang waktu
ini, bukanlah penggalan terakhir
masih banyak detik tak terhitung
dan sisa di atas batas
bukan sekedar sekelebat, lewat
dan, tak hanya angan-angan pengantar tidur

tapi tetap saja, diri menepis alun
abai akan larik, yang liris berbisik
semakin meneguh ingkar, mengakar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s